Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan bahwa usia ke-53 merupakan momentum untuk memperkuat semangat transformasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Selama 53 tahun Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat Aceh. Kepercayaan yang diberikan kepada kami merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang sehat, pelayanan yang semakin baik, tata kelola yang kuat, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Tema tahun ini menjadi komitmen seluruh insan Bank Aceh untuk terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Aceh,” ujarnya.
Perjalanan menuju usia ke-53 merupakan hasil transformasi yang berkelanjutan. Sejak resmi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, perusahaan terus beradaptasi terhadap dinamika industri perbankan melalui penguatan layanan digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyempurnaan tata kelola, pengembangan produk berbasis syariah, serta perluasan akses layanan keuangan hingga ke berbagai pelosok Aceh.
Di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global, Bank Aceh tetap mampu menjaga fundamental perusahaan dengan baik. Hingga Juni 2026, total aset Bank Aceh mencapai Rp29,7 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp25 triliun, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp21,87 triliun, tumbuh 5,94 persen secara tahunan. Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp171 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat sekaligus memperlihatkan kemampuan Bank Aceh menjaga pertumbuhan secara sehat dan berkelanjutan.






