Dalam amanat Gubernur Aceh yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Aceh, Pemerintah Aceh berharap momentum HUT ke-53 menjadi pijakan bagi Bank Aceh untuk semakin memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat inovasi, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Pemerintah Aceh juga berharap Direksi dan Dewan Komisaris yang kini telah lengkap mampu semakin solid dalam mempercepat agenda strategis perusahaan, termasuk mempersiapkan Bank Aceh menjadi bank devisa guna mendukung perdagangan, investasi, dan pengembangan ekonomi Aceh.
Amanat Gubernur juga menegaskan bahwa sejak bertransformasi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, Bank Aceh berhasil menunjukkan pertumbuhan yang sehat, tata kelola yang semakin baik, serta mampu meraih berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Bank Aceh mampu berkembang secara kompetitif tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah yang menjadi fondasi perusahaan.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Aceh berharap Direksi dan Dewan Komisaris dapat semakin solid dalam memperkuat tata kelola perusahaan serta mempercepat berbagai agenda strategis, termasuk mempersiapkan Bank Aceh menjadi bank devisa sehingga mampu mendukung perdagangan internasional, investasi, serta memperluas akses ekonomi Aceh di tingkat nasional maupun global.
Tahun ini juga menjadi momentum penting dengan telah lengkapnya susunan Direksi dan Dewan Komisaris Bank Aceh. Struktur kepengurusan yang semakin lengkap diyakini akan memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), mempercepat pengambilan keputusan strategis, meningkatkan efektivitas pengawasan, sekaligus mempercepat agenda transformasi perusahaan.






