Atas kesepakatan Dewan Penasihat, Dewan Pakar dan Pengurus Harian, kemudian disepakati penunjukan dirinya sebagai Ketua MPW ICMI Aceh melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).
Penunjukan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi.
Kini, dalam Musywil VIII, Taqwaddin menyatakan dirinya mencalonkan kembali untuk dipilih sebagai Ketua MPW ICMI Aceh.
“Untuk kelangsungan roda kepemimpinan organisasi, saya mencalonkan diri untuk dipilih dalam Muswil ini,” katanya.
Menurut Taqwaddin, proses pemilihan dalam Musywil merupakan bagian dari mekanisme organisasi. Karena itu, seluruh proses diharapkan berlangsung dalam suasana persaudaraan, santun dan mengutamakan kepentingan ICMI serta kemajuan Aceh.
Musywil VIII ICMI Aceh diharapkan menjadi momentum konsolidasi para cendekiawan Muslim untuk merumuskan agenda organisasi ke depan, terutama dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, ICMI tidak hanya hadir sebagai rumah bagi kaum intelektual Muslim, tetapi juga sebagai kekuatan gagasan yang ikut bekerja menghadirkan perubahan nyata bagi Aceh. (Saif)






