Sekda Nasir menyampaikan Pemerintah Aceh berharap SBI segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan pasokan dan mengendalikan harga semen dalam waktu sesegera mungkin.
“Dengan kapasitas produksi pabrik yang mencapai 5.400 ton per hari atau sekitar 135.000 sak per hari, Pemerintah Aceh berharap kebutuhan semen Aceh yang diproyeksikan sekitar 4.200 ton per hari atau 105.000 sak per hari dapat dipenuhi secara optimal sehingga tidak terjadi lagi kekurangan pasokan,” kata Nasir.
Nasir menambahkan, Pemerintah Aceh meyakini kapasitas produksi tersebut pada prinsipnya telah mencukupi kebutuhan Aceh, sehingga yang perlu diperkuat adalah optimalisasi distribusi dan kelancaran pasokan di seluruh wilayah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi SBI Edi Sarwono menyampaikan bahwa salah satu agenda utama kunjungannya ke Aceh adalah memastikan kapasitas produksi dan distribusi semen dapat berjalan maksimal.
“SBI akan mengoptimalkan operasional pada lima terminal pengantongan, yaitu: Lhoknga, Krueng Raya (Malahayati), Lhokseumawe I, Lhokseumawe II, dan Belawan,” kata Edi.
Seluruh terminal, kata Edi, akan dioptimalkan melalui penerapan operasional tiga shift (24 jam) sehingga kapasitas distribusi dapat dimaksimalkan.
“SBI berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh melalui peningkatan produksi dan distribusi di seluruh terminal, sehingga kebutuhan masyarakat Aceh dapat terpenuhi dan stabilitas harga semen segera kembali normal,” katanya.
Selain itu, Edi menambahkan, akan melakukan evaluasi harian terhadap produksi dan distribusi sampai kondisi pasokan kembali normal.






