BANDA ACEH – Penggunaan QRIS di Aceh terus melesat. Sejak 2021 hingga September 2026, Bank Aceh berhasil menjaring 25.748 merchant QRIS. Angka ini melonjak 1.142,7% dibandingkan tahun pertama yang hanya 2.072 merchant.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan capaian tersebut menunjukkan masyarakat dan pelaku usaha semakin terbiasa dengan transaksi nontunai.
“Kami melihat QRIS semakin diterima, baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen Bank Aceh menghadirkan layanan pembayaran digital yang mudah, cepat, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Fadhil.
Menurut Fadhil, QRIS memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha. Cukup dengan satu kode QR, pelanggan bisa membayar dari berbagai aplikasi bank maupun dompet digital. Pembeli yang tidak membawa uang tunai tetap bisa bertransaksi, sehingga jangkauan pelanggan semakin luas.
Transaksi juga lebih cepat dan praktis karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian. Penggunaan QRIS mengurangi risiko uang palsu, salah hitung kembalian, hingga kehilangan uang tunai. Semua transaksi pun tercatat otomatis, sehingga memudahkan pembukuan dan pemantauan omzet.
Fadhil menegaskan, keunggulan utama QRIS Bank Aceh adalah dana masuk ke rekening merchant secara real time.
“Begitu pelanggan membayar, uangnya langsung masuk ke rekening merchant saat itu juga. Merchant bisa langsung memakai dana tersebut untuk kebutuhan usaha, seperti belanja stok atau membayar operasional, tanpa menunggu proses settlement,” ujarnya.






