DPP IKAN Lantik Pengurus DPD Banda Aceh Periode 2026-2031, Fokus Wujudkan Kota Bersinar

Ketua Umum DPP Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN), Syahrul Maulidi, resmi melantik kepengurusan DPD IKAN Kota Banda Aceh periode 2026-2031 yang dinahkodai Rusmadi, S.H.I., di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026). Foto: Ist/DPP IKAN

BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN), Syahrul Maulidi, resmi melantik kepengurusan DPD IKAN Kota Banda Aceh periode 2026-2031 yang dinahkodai Rusmadi, S.H.I. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026).

Usai pelantikan, Syahrul mengatakan pengurus yang baru dilantik harus segera menjalankan program-program strategis untuk menyelamatkan masyarakat Kota Banda Aceh dari ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Artinya, mereka selanjutnya harus membentuk IKAN di tingkat kecamatan. Kemudian hadir di setiap kegiatan masyarakat di gampong-gampong, terutama harus membuat Kota Banda Aceh ini menjadi Kota Bersinar, yakni bersih dari narkoba,” ujarnya.

Terkait terungkapnya pabrik laboratorium sabu di Pidie, Syahrul menilai kondisi Aceh sudah dalam status di atas darurat. Aceh bukan lagi sekadar daerah transit, melainkan sudah menjadi produsen.

“Karena lab sampai 1,2 ton itu bukan nilai kecil. Kalau diestimasikan ke rupiah itu sampai Rp1 triliun lebih. Itu bukan main-main lagi. Itu yang berhasil diungkap. Bisa saja ada yang lolos,” ungkapnya.

Untuk itu, menurut Syahrul, IKAN harus bergerak tidak hanya melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga dampaknya. Masyarakat harus memiliki kepedulian, terutama pemilik toko maupun rumah kontrakan/sewa agar mengetahui siapa penghuninya.

“Jangan sampai seperti di lab tersebut, di tempat toko kosong ternyata digunakan untuk memproduksi narkoba,” katanya.

Pos terkait