Sementara itu, Prof. Husni Jalil dalam paparan materinya mengatakan, siswa SMAN 1 Suka Makmur diharapkan mengenal fungsi lembaga-lembaga negara, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta memahami bahwa negara demokratis membutuhkan partisipasi dan pengawasan masyarakat.
“Peserta didik yang telah atau akan memasuki usia pemilih diharapkan mampu menggunakan hak pilih secara sadar, berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak mudah dipengaruhi oleh hoaks, politik uang, provokasi, maupun informasi yang menyesatkan,” imbau Husni Jalil.
Menurutnya, demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi tentang belajar menjadi warga negara yang berpikir kritis, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, dan berani mengambil bagian dalam membangun masa depan bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Faisal A. Rani menekankan pentingnya literasi digital di era media sosial. Siswa diharapkan mampu membedakan fakta, opini, propaganda, dan disinformasi, serta membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
“Mereka perlu mampu menerima perbedaan pilihan politik, agama, suku, budaya, maupun pandangan sosial tanpa melakukan penghinaan, perundungan, atau permusuhan. Perbedaan merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokratis,” ujar Faisal.
Zahratul Idami menambahkan, kepemimpinan hendaknya tidak dipahami hanya sebagai jabatan atau kekuasaan. Siswa diharapkan mengembangkan integritas, kejujuran, tanggung jawab, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan mendengarkan orang lain, serta kesediaan melayani kepentingan bersama.






