Disamping itu Badan Anggaran menyoroti beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pengelolaan parkir saat ini, untuk itu dimintakan kepada Dinas Perhubungan agar segera mencarikan skema lain seperti metode parkirberlangganan atau metode lainnya guna meningkatkan capaian PAD yang optimal.
Badan Anggaran meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi dalam hal penataan taman di bawah kawasan flyover simpang Surabaya yang selama ini masih belum terawat.
Badan Anggaran menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh selama beberapa tahun terakhir, untuk itu dimintakan kepada Dinas Kesehatan agar segera membentuk Tim Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dan perilaku menyimpang (LGBT) dengan melibatkan unsur Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait.
Badan Anggaran meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Syariat Islam, Dinas Kesehatan dan OPD terkait lainnya untuk saling berkolaborasi dalam upaya pencegahan meningkatnya kasus LGBT melalui sosialisasi di sekolah-sekolah dan sarana pendidikan lainnya.
“Badan Anggaran meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan kondisi kebersihan dapur dan toilet sebelum memberikan rekomendasi terhadap cafe/restoran/rumah makan,” ujarnya
Badan Anggaran meminta agar RSUD Meuraxa memperkuat perencanaan kebutuhan obat secara terintegrasi dan pemantauan secara berkala agar ketersediaan obat terjamin dan risiko kekosongan atau penumpukan obat dapat diminimalisir.
Badan Anggaran meminta TAPK untuk dapat mengkaji kembali alokasi anggaran pada Bagian Hukum terkait qanun-qanun yang perlu direvisi karena sudah kadaluarsa dan terhadap keterlibatan Bagian Hukum Pemerintah Kota dalam pembahasan dengan Badan Legislasi DPRK.






