Safrizal: Aceh Menuju Rehab-Rekon Pascabencana Hidrometeorologi Sumatra

Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, yang juga Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) tiba di UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (23/7/2026) • DOK FOTO IST.

Negara Hadir dan Memulihkan Kondisi

Sejak hari pertama bencana, pemerintah telah hadir melalui pemerintah daerah masing-masing wilayah bencana. Sementara itu, Pemerintah Pusat juga turun langsung ke daerah bencana satu atau dua hari setelah bencana menggulung Aceh. Pemerintah melakukan penyelamatan terhadap korban, menyediakan dapur umum, evakuasi penyintas, dan menyelenggarakan pusat pengungsian, serta menyediakan logistik pangan.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan pendataan serta penanganan secara darurat infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan. Sejak hari pertama bencana, pemerintah telah bekerja. Demikian juga pihak swasta dan warga yang ikut turun tangan.

“Saat itu pemerintah bersama swasta dan masyarakat umum bergerak secara bersama untuk membantu para penyintas,” katanya.

Ketika menjawab sejumlah pertanyaan saat podcast bersama Serambi Indonesia, mantan Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Aceh tersebut menyampaikan data detail tentang apa yang sudah dan sedang dikerjakan oleh pemerintah di wilayah bencana.

Bencana yang melanda 18 kabupaten, 226 kecamatan, dan 3.300 gampong (desa) di Aceh merupakan sebuah musibah yang sangat luas dan masif. Daya rusaknya sangat parah.

Bencana tersebut merenggut ratusan jiwa dan sejumlah lainnya hilang sampai saat ini. Meluluhlantakkan permukiman, perkebunan, lahan pertanian, perikanan, jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya, serta menyebabkan 2.108.582 kepala keluarga Aceh harus mengungsi dan 37 ribu rumah rusak.

Pos terkait