Menurut Faisal, rehabilitasi pada tahun anggaran 2026 ini tidak hanya berfokus pada pemulihan kerusakan, tetapi juga mencakup peningkatan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan dan memenuhi kebutuhan pengguna jasa angkutan.
“Sejumlah fasilitas ditingkatkan, di antaranya jumlah loket dari 8 menjadi 12 unit dan luas ruang tunggu dari 40 menjadi 168 meter persegi. Fasilitas kantin juga bertambah dari 2 menjadi 4 unit, sedangkan fasilitas toilet pria dan wanita meningkat dari 2 menjadi 6 unit,” ujar Faisal.
Selain itu, rehabilitasi mencakup penataan kantor petugas agar lebih terintegrasi, penyediaan akses bagi penyandang disabilitas, ruang laktasi, serta fasilitas ATM. Pembenahan juga dilakukan pada musala dan pagar terminal, disertai pembaruan tampilan bangunan agar lebih modern.
Faisal berharap peningkatan fasilitas tersebut tidak hanya mendukung kelancaran operasional terminal, tetapi juga memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan akses bagi masyarakat.
“Kami berharap rehabilitasi ini dapat diselesaikan sesuai target sehingga terminal segera kembali melayani masyarakat dengan fasilitas yang lebih baik, aman, dan nyaman,” ujar T. Faisal.
Dengan percepatan penyelesaian rehabilitasi dan peningkatan fasilitas tersebut, Terminal Tipe B Aceh Tamiang diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai simpul transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antara Aceh dan Sumatera Utara. []






