Cegah Narkoba Masuk Aceh, Lembaga Panglima Gandeng Lanud SIM

Lembaga Panglima meminta dukungan Lanud Sultan Iskandar Muda untuk mempersempit akses peredaran narkoba melalui bandara dan kawasan sekitarnya saat kunjungan ke Mako Lanud SIM, Aceh Besar, Kamis (3/9/2026) • FOTO IST.

ACEH BESAR – Upaya pencegahan peredaran narkotika di Aceh mendapat perhatian serius dari Lembaga Panglima. Organisasi tersebut meminta dukungan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM) untuk mempersempit akses peredaran narkoba melalui bandara dan kawasan sekitarnya.

Permintaan itu disampaikan Pengurus Lembaga Panglima saat melakukan kunjungan ke Mako Lanud SIM, Kamis (3/9/2026) sore. Rombongan diterima langsung oleh Danlanud SIM Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han).

Rombongan Lembaga Panglima terdiri atas Ketua Umum Panglima Yatim Rafiq, Ketua Harian Wafi Kautsar, dan Sekretaris Amsal.

Ketua Harian Lembaga Panglima, Wafi Kautsar, mengatakan persoalan narkotika di Aceh membutuhkan perhatian khusus dan keterlibatan berbagai pihak.

Bandara sebagai salah satu pintu masuk dan keluar wilayah dinilai perlu mendapat perhatian dalam upaya mencegah penyalahgunaan jalur transportasi untuk peredaran narkoba.

“Kami berharap dukungan penuh dari Danlanud SIM untuk membantu menutup akses peredaran narkoba melalui bandara dan sekitarnya,” kata Wafi.

Dalam pertemuan tersebut, Lembaga Panglima turut menyampaikan perkembangan ancaman narkotika di Indonesia. Salah satunya terkait penemuan narkotika cair jenis metamfetamin atau sabu cair seberat sekitar 2,1 ton di wilayah Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut menjadi gambaran perkembangan modus peredaran narkotika yang semakin beragam dan perlu diantisipasi secara serius. Menanggapi hal tersebut, Danlanud SIM Kolonel Pnb Suryo Anggoro menyatakan dukungannya terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Pos terkait