Banda Aceh, APJN.net – Sekira pukul 08.05 Wib, cuaca terlihat sangat cerah. Sang Surya pun mulai menampakkan cahyanya di ufuk timur, menyinari Kota Banda Aceh, Minggu, (28/2/2021)
Telepon genggam yang terletak pada sebuah meja pun terdengar berdering memanggil tepat berada pada ruangan tamu, seakan menanyakan keberadaan si empunya handphone.
Assalamualaikum, terdengar suara pada sebuah speaker mini yang tersimpan dalam elemen yang terkandung dalam rakitan sebuah handphone made in Japan itu.
ketika gesekan jemari ikut menekan sebuah tombol bersimbul gambar telepon hingga si empunya handpone pun menjawab, Wa’alaikum Salam,” ucapnya.
Sudah dimana ini, tanya si penelpon.
Masih di rumah, sembari sipenerima telepon, menjawab. “Ok, kita sudah siap siap ini , jawab si penelepon lagi. Baik, kata si penerima telepon kembali menjawab, tengah siap siap akan otw.
Ok sip, “Kami sudah di perempatan simpang Surabaya, jawab sipenelepon. “Kita tengah menunggu teman satunya lagi, menuju ke lokasi,” tuturnya kembali dengan nada penuh semangat.
Hingga dalam hitungan beberapa menit berselang perjalanan mendayung
si penerima telepon berhenti sejenak, mengambil telepon genggam dalam kantong celana training yang dipakainya.

Selanjutnya si penerima telepon, menghubungi ulang si penelepon bertujuan menanyakan kesiapan star awal dan jumlah rekan rekan yang bergowes.
Akhirnya, lewat telepon genggamnya sambil mendayung, menghasilkan sebuah kesepakatan untuk bertitik kumpul dan star awal di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, di jalan T Umar (Stui) Banda Aceh.






