Taqwaddin yang juga menjabat sebagai Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor menilai ICMI tidak sulit dikelola karena para pengurusnya merupakan orang-orang yang sudah mapan, baik dari sisi kapasitas keilmuan maupun ekonomi.
Karena itu, ia berharap kemapanan tersebut tidak hanya menjadi modal pribadi, tetapi dapat ditransformasikan menjadi energi intelektual dan sosial untuk kepentingan masyarakat.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala itu juga menegaskan bahwa ICMI tidak harus selalu dipimpin oleh seorang pejabat. Ke depan, setiap kader memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk memimpin ICMI Pidie Jaya.
Lebih lanjut, Taqwaddin mengatakan ICMI bukan organisasi underbouw pemerintah, namun juga bukan oposisi. ICMI hadir sebagai mitra intelektual yang memberikan sumbang saran, gagasan, dan kritik konstruktif bagi pembangunan daerah.
Ia berharap ICMI Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Dr. Munawar Ibrahim mampu menjadi rumah bagi gagasan-gagasan cendekia yang mendorong Pidie Jaya semakin maju dan berdaya saing. (**)






