BANDA ACEH – Keuchik Gampong Deah Raya, Samsul Bahri mengungkapkan jika ada 20-an anak di kampungnya terancam putus sekolah. Karena setelah melewati Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), tidak ada sekolah yang menerima mereka.
Anak-anak Deah Raya selama ini memang bersekolah di luar kampungnya, akibat belum adanya sekolah dasar di lingkungan tempat tinggalnya.
Hal itu tersebut diungkapkan oleh Keuchik Gampong Deah Raya saat beraudiensi dengan Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, di Gedung DPRK Banda Aceh, Senin (27/7/2026).
Merespons persoalan itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh agar mencari solusi secepatnya terhadap 20-an anak yang belum mendapatkan sekolah tersebut.
Ia meminta Kadisdikbud agar memastikan seluruh anak yang belum memperoleh sekolah dapat diterima pada tahun ajaran ini, meski kegiatan belajar mengajar telah berlangsung beberapa pekan.
“Jangan ada anak-anak Banda Aceh yang putus sekolah, pak kadis harus mengakomodir mereka yang belum mendapatkan sekolah ini dengan secepatnya,” ujarnya.
Menurutnya, dinas terkait dapat mengarahkan anak-anak Deah Raya ini ke sekolah terdekat dari kampung mereka, seperti Alue Naga, Tibang dan Lamdingin.
Untuk jangka panjang, Irwansyah meminta pemerintah membangun sekolah di Gampong Deah Raya, mengingat jumlah penduduk di kawasan pesisir tersebut terus bertambah, bahkan perumahan-perumahan baru terus berkembang. Sementara itu, hingga kini belum tersedia fasilitas pendidikan yang memadai di kawasan pesisir tersebut.






