2. Usul Pengolahan Gas di Darat
Pemerintah Aceh mengusulkan skenario pengolahan gas mentah secara onshore di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. KEK Arun memiliki infrastruktur eksisting bekas PT Arun NGL dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029 serta Asta Cita Prabowo-Gibran.
3. Minta Revisi Persetujuan PoD I
Gubernur Mualem berharap Presiden Prabowo mengarahkan Menteri ESDM untuk meninjau dan merevisi Persetujuan Rencana PoD I Lapangan Tangkulo WK South Andaman.
4. Minta Alokasi Khusus Migas untuk Aceh
Gubernur juga meminta adanya alokasi khusus minyak dan gas bumi untuk kebutuhan Aceh.
Potensi Besar Blok Andaman
Nurlis memaparkan, di kawasan Andaman terdapat enam blok migas utama, yaitu Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.
Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan memproduksi sekitar 300 MMSCFD gas. Dari jumlah itu, baru 160 MMSCFD yang memiliki komitmen penjualan melalui _Gas Sale Agreement_ (GSA) ke PLN. Sisanya dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri hilir.
Selain gas, Lapangan South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Produk ini dapat diolah menjadi nafta, kerosin, hingga gasoline sebagai bahan baku industri petrokimia, cat, dan BBM.
“Kondensat akan menjadi penggerak lahirnya kilang _refinery_. Dampak ekonomi sesungguhnya akan muncul ketika berbagai industri hilir itu mulai berdiri dan beroperasi,” jelas Nurlis. (**)






