Standar Aturan Protkes, DPD Partai Demokrat Aceh Akan Gelar Musda ke V, Nova Iriansyah Dipastikan Pimpin Demokrat

Ketua Organizing Committee (OC) Robby Syah Putra bersama awak media saat membahas pelaksanaan Musda ke V yang akan berlangsung 14 Juni 2021 Hotel Hermes Palace, di Aula pertemuan Kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh, di Banda Aceh, Rabu, (9/6/2021) / photo Hendra

APJN.net – Banda Aceh | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Aceh akan segera melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ke V di Aula Hotel Hermes Banda Aceh, direncanakan acara berlangsung Senin, 14 Juni 2021.

Ketua Organizing Committee (OC) Musda Robby Syah Putra mengatakan Musyawarah daerah (Musda) kali ini berbeda dengan Musda sebelumnya di Aceh, dikarenakan situasi dan kondisi akibat pandemi yang sampai saat ini belum juga redah.

DPD partai Demokrat Aceh dalam Musda ke V nantinya mengundang ketua dan sekretaris dari 23 DPC Partai Demokrat Se Aceh, sebagai pemilik suara sah untuk memiliki ketua DPD yang baru.

“Untuk pemilik suara yang sah, nantinya Hak suara ini berada di DPC, DPP, DPD, dan sayap partai dalam bentuk gabungan juga memiliki hak satu suara untuk memilih ketua DPD Demokrat Aceh,” jelasnya.

Robby mengatakan dalam pelaksanaan Musda nantinya, tetap mengacu pada Protokol Kesehatan (Protkes) Covid-19 yang ketat.

Hal tersebut dilakukan mengingat surat edaran dari BPBD Kota Banda Aceh terkait wabah Pandemi yang semakin meningkat,” ujarnya, Rabu, (9/6/2021) Sore, bersama awak media di Aula Kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh di Banda Aceh.

Robby mengatakan menindaklanjuti surat edaran tersebut pihaknya selaku panitia pelaksana telah berkoordinasi dengan instansi terkait yang menangani hal di maksud, diantaranya Bidkom Satgas Covid-19, dan BPBD Kota Banda Aceh. Kemudian dengan pihak perhotelan sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan.

Selanjutnya, prihal koordinasi tersebut kata Robby, instansi terkait membolehkan kegiatan kepartaian dilakukan dengan syarat standar aturan protkes.

Hal itu mengingat kegiatan kepartaian bersifat stagnan. Berbeda dengan kegiatan pesta perkawinan, dan wisuda serta perhelatan lainnya yang sifatnya mobile dan di khawatirkan nantinya tidak sanggup mengkoordinir kerumunan.

Selanjutnya, Robby mengatakan berkaitan dengan hal tersebut, jauh jauhari pihaknya sudah mempersiapkan hal itu dengan mengikutsertakan tim medis (dokter) dalam ke panitiaan merancang pola agar Musda ini berjalan efektif dan terukur dengan catatan protokol kesehatannya plus scurity.

“Wujudnya siklus dan telah diatur dalam skala. Para peserta nantinya hadir dan berada dalam gedung sesuai protokol kesehatan,” terangnya.

Hal tersebut, kata Robby beranjak dari hotel sampai ruangan tempat kegiatan dan mereka di haruskan mengantongi surat rapid test dari daerahnya.

“Intinya, prosedur kegiatan dilaksanakan dengan sangat ketat sesuai standar protokol kesehatan,” terangnya.

Dia mengatakan segala sesuatunya akan dipersiapkan dengan matang, mulai dari awal kegiatan hingga berakhir kegiatan. Mulai dari proses Musda sampai akhir Musda, dan hal itu tetap kita perketat sesuai standar protokol kesehatan.

Begitupun katanya, terkait sistem pemilihan pun akan diatur sedemikian rupa sebagaimana AD-ART partai hanya penyajiannya saja yang berbeda beda.

Sementara di lokasi Musda nantinya, akan kita gunakan tiga ruangan full 25 round table dengan kondisi idealnya 10 kita setting 5. Berarti kalau 5×25 jumlah keseluruhannya sebanyak 125.

“Artinya kami sebagai kepanitian tetap melakukan kegiatan tersebut sesuai dengan protokol kesehatan sehingga  teknis pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik sebagaimana harapan,” tutur Robby.

Sementara itu kata Robby, terkait pola sistem peliputan media akan membahasnya lebih detail dan lebih spesifik lagi.

“Prinsipnya Kita pasti butuh hubungan komunikasi yang baik dengan teman teman Media,” tambahnya.

Selanjutnya dalam kesempatan itu, terkait kandidat calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Robby mengatakan informasi terakhir menyatakan sudah 23 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten/kota se Aceh mendukung Nova Iriansyah untuk kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh.

Lebih lanjut, Robby menyebutkan bahwa bagi yang mencalonkan diri sebagai ketua di persyaratkan minimal harus ada 20 persen dukungan
dari jumlah pemegang hak suara yang sah.

“Artinya disini, dukungan terhadap pak Nova sudah melebihi yang di persyaratkan yakni mencapai 100 persen. Otomatis secara aklamasi atau reguler voting pastinya pak Nova Iriansyah akan terpilih kembali pimpin Demokrat,” paparnya.

Sementara itu ketika di tanya terkait kondisi kandidat yang dinyatakan positif covid, seperti pak Nova Iriansyah saat ini, tambah Robby bahwa yang dapat memastikan kesehatan beliau adalah tim dokter dari pemerintahan.

Pihaknya selaku kepanitiaan, kata Robby, hanya bisa menyarankan  kepada teman teman untuk dapat berkomunikasi kesana.

Namun yakinlah, tambah Robby, bahwa kalau kondisi ini pasti ada langkah langkah berikutnya. Apakah nantinya dilaksanakan secara online, pesertanya standby di rumah acaranya berlangsung ataupun ini digeser sampai kondisi beliau benar benar dinyatakan negatif covid-19 oleh pemerintah. Karena ini bukan ranahnya kepanitiaan untuk menjawab.

“Nah kita tunggu saja responnya nanti bagaimana. Intinya, kami sebagai panitia pelaksana tetap menyiapkan kegiatan ini,” pungkas Robby. [red]

Pos terkait