Terkait Kabar Sempat Mogoknya KMP Aceh Hebat 1 Ketika Berlayar, Ini Kata Kabid Pelayaran dan Manager ASDP

KMP Aceh Hebat / photo ist

APJN.NET | Banda Aceh – Dikabarkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 1 sempat mogok beberapa jam ketika melakukan pelayaran dari Seumelue menuju Calang Aceh Jaya, Medio Lalu.

Informasi diterima apjn.net disejumlah media cyber bahwa kapal tersebut sempat terombang ambil beberapa jam sehingga para penumpang panik karena kapal mesin yang ditumpangi tersebut mengalami kerusakan (mati mesin)

Sementara Dinas Perhubungan Aceh melalui Kabid Pelayaran, Al Qadri dikonfirmasi oleh wartawan terkait mogoknya KMP Aceh hebat 1 ditengah laut, mengatakan sesuai laporan yang diperolehnya dari awak kapal  mengatakan tidak benar mesin kapal mati, yang benar adalah listrik (genset) rusak, itupun terjadi hanya selama10 menit, karena permasalahan pada ginset kapal, namun setelah diperbaiki kapal langsung kembali berangkat.

“Untuk lebih jelasnya silakan tanyakan pihak ASDP karena mereka lebih faham persoalan ini,” pungkas Alqadri, di kantornya, Selasa, (30/3/2021).

Selanjutnya, ketika dikonfirmasi terkait hal dimaksud, Manager Usaha & Teknik  ASDP  Cabang  Singkil Agus Ramdani, mengatakan tidak ada kerusakan pada mesin, yang ada cuma pemadaman listrik kapal, itupun cuma beberapa menit saja, yaitu  sekitar 10 – 15 menit. Karena ada permasalahan pada NCBK panel listrik, kalaupun  mesin kapal mati atau rusak pasti pihaknya di hubungi.

“Artinya, tidak benar mesin kapal rusak dan ini sudah  diperiksa, informasi ini saya terima langsung dari nahkoda,” jelasnya.

Padahal diketahui bersama bahwa KMP Aceh Hebat 1 merupakan kapal baru, dan baru saja dioperasionalkan penggunaannya, namun ironisnya sempat mogok ditengah perjalanan ketika berlayar.

Ketika ditanyakan kemungkinan dinahkodai oleh orang-orang yang bukan profesional ?  Ia mengatakan, itu tidak benar, karena secara menyeluruh sudah ratusan kapal milik pemerintah dipercayakan pengoperasian oleh ASDP, artinya semua kapal di operasionalkan dengan baik.

Ia mengumpamakan, antara kapal laut dan mobil. Sangat jauh berbeda pengoperasiannya. Kapal laut tahapan pemeriksaannya banyak, kalaupun terjadi sedikit kontruksi itu biasa, dan akan terus di evaluasi,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media lokal terdapat informasi dari penumpang bahwa mesin Kapal Aceh Hebat 1 dilaporkan sempat mati 3 jam di tengah laut saat berlayar dari Simeulue ke Calang.

Seorang penumpang yang menyampaikan informasi kepada awak media, mengatakan, saat mesin kapal mati, para penumpang dilanda kepanikan.

Sebab, bukan hanya mesin kapal yang mati, tapi semua penerangan di kapal juga padam. Sehingga kondisinya gelap gulita di tengah laut.

“Kami semalam pulang dari Simeulue. Jadi jam 1 sampai 3 dini hari kapal mati di tengah laut,” kata sumber tersebut, Senin (29/3/2021) yang meminta tidak ditulis namanya.

Ia menjelaskan, saat mati mesin yang pertama, seluruh penerangan dalam kapal lebih dulu mati dari pada mesin kapal. Kapal baru bisa berlayar kembali sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurutnya, setelah mati mesin pertama selesai, kapal kembali belayar dan dalam durasi dua jam kapal berlayar, mesin kapal kembali mati.

Ia mengatakan, kondisi tersebut sangat membahayakan mengingat posisi saat ini berada ditengah lautan.

“Itu sangat bahaya, kenapa seperti itu Aceh Hebat, itu menyangkut dengan nyawa manusia,” tutupnya.

KMP Aceh hebat 1 dibeli dari galangan kapal PT. Multi Ocean Shipyard senilai Rp 73,9 Milyar. Dananya bersumber APBA Tahun 2019

Tentu Saja Melihat kondisi Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat I yang sering mengalami kerusakan, hal ini menuai sorotan dari berbagai pihak, sebab kapal yang baru seumur jagung itu sudah mogok

Salah seorang mahasiswa asal Simeulue, Jawasir, menyoroti kondisi KMP Aceh hebat I yang sering mengalami kerusakan tersebut dan menyebutkan kondisi itu dapat mengancam keselamatan penumpang.

“Sudah dua kali rusak, baru-baru ini kita digegerkan KMP Aceh hebat 1 rusak di tengah lautan sehingga terombang ambing selama 2 jam,” ungkap Jawasir.

Ia menambahkan, KMP Aceh Hebat I yang menjadi armada laut berkapasitas 2.441 GT itu, seharusnya belum waktunya mengalami kerusakan pada Ramp Door dan mati di tengah laut.

Atas dasar kerusakan yang berulang kali tersebut, Jawasir yang juga sebagai pembina IPPELMAS itu meminta agar KMP Aceh Hebat 1 perlu diperiksa dan segera diperbaiki sebelum bulan suci Ramadhan.

“Tak seharusnya barang baru tersebut rusak, kami minta untuk segera diperbaiki dalam waktu dekat, apa lagi sudah mendekati bulan suci ramadhan otomatis penumpang melonjak tinggi, karena keselamatan penumpang penyebrangan adalah yang utama,” pungkas Jawasir yang Juga Pengurus SAPMA PC Kota Banda Aceh. [Edi/hendra]

Pos terkait