PIDIE – Ketua Lembaga Panglima, Panglima Yatim Rafiq, mengucapkan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Tim Mabes Polri, BNN dan pihak terkait dalam penggerebekan pabrik sabu di Pidie, Aceh.
“Belum genap sebulan dilantik, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto telah memberikan hadiah kejutan dengan berita menggemparkan ditemukannya pabrik sabu di Pidie,” kata Panglima Yatim, Sabtu (24/10).
Pabrik tersebut terletak di tepi jalan lintas Kembang Tanjung-Beureunuen, tepatnya di Kampung Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 11 terduga tersangka yang terdiri dari 2 Warga Negara Asing (WNA) dan 9 Warga Negara Indonesia (WNI).
Petugas juga menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,2 ton, baik dalam bentuk cair maupun kristal. Dengan asumsi harga sabu Rp1,8 juta per gram, nilai ekonomis barang bukti tersebut ditaksir mencapai Rp2,16 triliun.
Atas besarnya temuan tersebut, Kapolri menyebut lokasi di Pidie sebagai laboratorium sabu terbesar di Indonesia.
Panglima Yatim menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran yang telah menyelamatkan jutaan jiwa dari bahaya peredaran sabu tersebut.
“Kami ucapkan selamat dan terima kasih kepada Pak Kapolri dan seluruh jajaran yang telah menyelamatkan jutaan jiwa jika sabu tersebut sempat beredar,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat Aceh untuk lebih peduli terhadap keselamatan generasi bangsa dari bahaya narkoba.
“Mari kita bahu-membahu, bersatu padu mendukung aparat berwenang dalam memberantas kejahatan narkoba yang sudah sangat parah,” tutup Panglima Yatim yang lembaganya juga bergerak di bidang sosialisasi bahaya narkoba. [r]






