Dukungan 118 Suara Terkumpul, Nasir Nurdin Siap Maju Ketua PWI Aceh

Foto | Hendra

BANDA ACEH – Bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026-2031, M. Nasir Nurdin, mengklaim telah mengantongi dukungan 118 suara hingga malam Kamis (16/10/2026). Jumlah tersebut jauh melebihi syarat minimal 32 suara atau 10 persen dari total 322 pemilih.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada rekan-rekan anggota PWI Aceh. Minimal penyebarannya di 5 kabupaten/kota, dan saya bersama tim berhasil mengumpulkan seluruhnya. Tim sudah bekerja dengan baik dan menyusun apa syarat-syarat yang ditentukan oleh SC. Mudah-mudahan ini bisa kami serahkan kepada SC untuk bisa diverifikasi dan kami siap menerima kalau terjadi kesalahan atau double dan lain-lain,” ujarnya.

“Konsekuensinya ya sebagaimana aturan, apa digugurkan atau lain-lain,” tambahnya.

Nasir menyebut, pada hari ini tim pemenangan yang diwakili Jufrizal alias Coy menyerahkan persyaratan yang telah dikumpulkan sesuai aturan organisasi.

Sementara itu, bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) yang juga Sekretaris PWI Aceh, Muhammad Zairin, menjelaskan penyerahan berkas-berkas yang sudah diambil sejak hari pertama berupa formulir untuk maju sebagai Ketua DKP PWI Aceh.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan anggota PWI seluruh Aceh yang telah memberikan dukungannya untuk memenuhi syarat sebagai bakal calon Ketua DKP Aceh. Sampai hari ini dukungan saya sudah terkumpul 100 orang dari 20 kabupaten/kota,” jelasnya.

“Kalau untuk hari ini berkasnya sudah lengkap, kalau mungkin ada kekurangan nanti bisa disusun pada perbaikan,” tambahnya.

Penyerahan berkas diterima langsung oleh Ketua Panitia Steering Committee (SC) Popon Azwani bersama Pokja Verifikasi, Imran Joni.

Dalam arahannya, Ketua Panitia SC mengatakan bahwa dalam masa berkompetisi ini tidak terlepas dari kekuatan silaturahmi sehingga pada hari ini bisa sama-sama berkumpul dan bersua.

Ia juga menegaskan bahwa persyaratan untuk maju sebagai bakal calon Ketua PWI dan DKP adalah sertifikasi kompetensi utama bagi kedua calon.

“Mudah-mudahan persyaratan tersebut sudah dilengkapi semuanya. Namun demikian, bukan berarti penyerahan berkas ini berubah menjadi sebuah penilaian. Karena setelah itu kami akan memverifikasi langsung berkas-berkas yang nanti sudah diserahkan, termasuk dukungannya,” katanya.

“Nanti di tanggal 24 Oktober kita akan mengumumkan apakah sudah memenuhi standar semuanya yang sudah diserahkan atau masih ada kekurangan. Jika nanti ada kekurangan, kita akan memberikan waktu untuk perbaikan berkas berupa verifikasi ulang dalam tiga hari kerja. Mudah-mudahan ini semua bisa tercapai,” jelasnya.

Setelah itu, SC juga akan memfinalkan keputusan dan menyerahkan berkas ini ke PWI Pusat untuk mendapatkan keputusan bahwa bakal calon menjadi calon resmi.

“Jadi verifikasi ini berlapis dan berjenjang, tidak hanya di tingkat daerah (Aceh) tetapi juga ada keputusan lainnya dari PWI Pusat untuk melihat atau memperbaiki kembali persyaratannya, sesuai atau tidaknya dengan yang telah kami verifikasi,” katanya.

“Mudah-mudahan ini langkah awal yang ingin kita tapaki untuk terbang terus menjelajahi angkasa dari PWI Aceh ini. Ke depan, siapapun yang menang dan kalah dalam kontestasi ini, politik di PWI Aceh ini adalah silaturahmi. Jadi walaupun menang dan kalah, nantinya bagi para calon yang belum mendapatkan dukungan 50 plus satu dari para calon lainnya, mohon kita berbaur membangun rumah kita PWI ini. Jangan lagi kita mendoktrinkan pendukung si A, pendukung si B, bahwa semua kontestasi ini sebuah hak pilih kita ini semua akan berakhir di tanggal 21 November 2026,” pungkasnya.

“Mudah-mudahan ini semua bisa terlaksana untuk ke depan kita bisa menapaki arah PWI Aceh yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penerimaan berkas dari bakal calon Ketua PWI dan DKP Aceh.

Sebelum penyerahan berkas ke Sekretariat PWI Aceh, Tim Pemenangan menggelar konferensi pers, doa bersama, dan makan siang di REX Premium Kopi, Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026) pukul 10.30 WIB.

Acara yang dihadiri puluhan wartawan tersebut berlangsung penuh keakraban dengan hidangan khas Aceh, kuah beulangong. Usai doa bersama, rombongan mengantar Nasir Nurdin menuju Kantor PWI Aceh untuk menyerahkan berkas. []

 

Pos terkait