Menurutnya, pelatihan akan memiliki dampak lebih besar apabila dilanjutkan dengan jejaring, pendampingan, dan pengembangan usaha.
“Potensi Aceh sangat banyak. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi pemuda,” katanya.
Penyelenggara berharap Aceh Youthpreneur 2026 tidak berhenti sebagai agenda pelatihan satu hari. Gagasan dan jejaring yang terbentuk diharapkan berkembang menjadi kolaborasi usaha yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi pembangunan ekonomi Aceh. []






