Menurut Indrieffouny, tantangan distribusi di Aceh dan tingginya mobilitas permintaan memerlukan koordinasi erat antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik. Karena itu SIG membentuk mekanisme koordinasi intensif lintas fungsi agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin memastikan masyarakat dan pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” ujarnya.
Selain memastikan kelancaran pasokan, SIG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor, dan pemangku kepentingan lainnya agar distribusi berjalan tertib dan efisien. Perusahaan mengimbau mitra penyalur untuk mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab sehingga produk diterima konsumen secara merata.
SIG meyakini sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga keberlanjutan pasokan semen di Aceh, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan tanpa hambatan.
TENTANG SIG
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) adalah perusahaan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham SIG.
Sejak bertransformasi pada 2013, SIG telah menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di kawasan regional dengan jangkauan pasar hingga Asia, Australia, dan Oceania.






