“Untuk itu, evaluasi terhadap capaian indikator kinerja dalam RPJMD perlu dilakukan secara berkala agar setiap program benar-benar menghasilkan manfaat yang terukur,” ujarnya.
Terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor hotel dan restoran, Fraksi Golkar–PKB–PPP menyatakan dapat memahami pertimbangan Pemerintah Kota dalam menetapkan target pajak hotel dengan memperhatikan kondisi perekonomian dan kebijakan efisiensi pemerintah.
Namun demikian, fraksi berpendapat bahwa optimalisasi PAD tidak boleh hanya bergantung pada penyesuaian target, melainkan harus diiringi dengan upaya memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperkuat pengawasan, serta memanfaatkan sistem digital dalam pengelolaan perpajakan daerah.
Di sisi lain, fraksi mengapresiasi peningkatan target pajak restoran dan berharap target tersebut didukung dengan strategi yang terukur sehingga dapat direalisasikan secara optimal tanpa menghambat pertumbuhan dunia usaha.
Fraksi Golkar–PKB–PPP juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kota dalam mengoptimalkan aset daerah, termasuk pemanfaatan pasar yang belum optimal sebagai Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, penguatan pembinaan UMKM, pengembangan ekonomi syariah, serta optimalisasi sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah.
Namun demikian, fraksi meminta agar seluruh program tersebut disertai indikator kinerja yang jelas, target yang terukur, serta evaluasi berkala sehingga benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan kemandirian fiskal daerah.






