BANDA ACEH – Fraksi Gabungan Golkar–PKB–PPP DPRK Banda Aceh mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum produktif. Fraksi menilai aset-aset tersebut kini mulai dimanfaatkan melalui berbagai skema kerja sama.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Fraksi Golkar–PKB–PPP, Faisal Ridha, saat membacakan pandangan akhir fraksi dalam rapat paripurna DPRK Banda Aceh di Gedung DPRK setempat, Jumat (24/7/2026).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, didampingi Wakil Ketua Daniel Abdul Wahab dan Dr. Musriadi. Rapat turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, unsur Forkopimda, serta seluruh anggota DPRK Banda Aceh.
Meski mengapresiasi langkah tersebut, Fraksi Golkar–PKB–PPP menegaskan bahwa setiap bentuk pemanfaatan aset harus dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi daerah tanpa mengurangi penguasaan pemerintah terhadap aset strategis.
Selain itu, inventarisasi, penataan administrasi, serta penyelesaian legalitas aset perlu terus dipercepat agar seluruh aset daerah dapat dimanfaatkan secara optimal dan terhindar dari potensi sengketa maupun penyalahgunaan.
Fraksi juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kota untuk meningkatkan kualitas belanja daerah yang berorientasi pada hasil (outcome) dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Komitmen tersebut diharapkan diwujudkan melalui pengalokasian anggaran yang lebih fokus pada penyelesaian persoalan strategis, seperti peningkatan kualitas pelayanan dasar, penanggulangan banjir, penataan kebersihan kota, penguatan UMKM dan ekonomi syariah, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, serta percepatan transformasi digital pelayanan publik.






