Menanggapi hal tersebut, Sekda Aceh langsung meminta Asisten Perekonomian dan Pembangunan untuk berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Hasil koordinasi tersebut mendapat respons positif, di mana BWS menyatakan siap melakukan langkah-langkah darurat guna mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Sekda Aceh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian beserta Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi pusat yang terus mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh. Menurutnya, bangkitnya sektor pertanian dan perikanan akan menjadi penggerak utama pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
M. Nasir menegaskan Pemerintah Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta unsur TNI agar seluruh program rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu. Ia berharap mayoritas sawah yang telah direhabilitasi sudah dapat ditanami pada Juli tahun ini.
Selain itu, Sekda Aceh juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus mengupayakan solusi terhadap sekitar 16.283 hektare sawah kategori rusak berat yang masih memerlukan penanganan. Ia optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, seluruh lahan terdampak dapat dipulihkan secara bertahap sehingga kembali produktif.
Sebelum meninjau lokasi rehabilitasi sawah, Sekda Aceh bersama rombongan juga meninjau jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah. Pada kesempatan itu, ia meminta Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor pelaksana mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera tersedia dan petani dapat memulai musim tanam tanpa hambatan. []






