ACEH TAMIANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, meresmikan gerakan tanam padi perdana pasca bencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian Aceh setelah puluhan ribu hektare lahan warga terdampak bencana alam.
Dalam sambutannya, M. Nasir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh T. Robby Irza, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Ia mengungkapkan, bencana hidrometeorologi berdampak luar biasa terhadap sektor pertanian di Aceh.
Tercatat 57.364 hektare areal persawahan dan 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah akibat banjir lumpur dan material lainnya.
“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir.
Pemerintah Aceh menjadikan rehabilitasi dan optimalisasi lahan sawah di lokasi bencana sebagai prioritas utama untuk memulihkan perekonomian masyarakat. Saat ini, sebagian besar lahan sawah yang rusak telah selesai diperbaiki dan mulai dimanfaatkan kembali oleh petani.
Atas percepatan pemulihan tersebut, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan), Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, serta kelompok tani yang bergerak cepat mengolah kembali lahan pasca banjir.






