Mualem Surati Presiden Prabowo: Migas Andaman Dorong Hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) • DOK FOTO IST.

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) akan menyurati Presiden Prabowo untuk mendorong hilirisasi migas Blok Andaman di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Langkah itu diputuskan dalam rapat migas Blok Andaman di Kantor Gubernur Aceh, Kamis 25 Juni 2026.

Rapat dipimpin Sekda Aceh M. Nasir Syamaun. Hadir Asisten II Setda T. Robby Izra, Kepala Biro Ekonomi Zaini, Kadis ESDM Asnawi, pakar migas, guru besar USK, Staf Khusus Gubernur, dan Jubir Pemerintah Aceh Dr. Nurlis Effendi.

Hilirisasi di KEK Arun sejalan dengan Program Strategis Nasional. Presiden Prabowo menargetkan 77 proyek strategis nasional di RPJMN 2025-2029, salah satunya Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe.

Guru Besar USK Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf menyebut surat ke Presiden langkah tepat. “Itu langkah bagus untuk Aceh,” katanya.

Rapat membahas potensi Blok Andaman yang menghasilkan gas 300 MMSCFD dan kondensat 7.500 barel per hari. Selama ini gas hanya dibahas untuk listrik PLN. Padahal gas bisa diolah jadi methanol dan hidrogen untuk biodiesel. Kondensat bisa jadi nafta, kerosin untuk pabrik cat, serta gasoline seperti solar dan premium.

“Dengan berdirinya industri itu, tenaga kerja dan ekonomi Aceh terdorong,” kata Jasman. Peserta rapat sepakat hilirisasi KEK Arun harus segera terwujud. Rapat juga meminta kuota gas untuk Aceh dari Blok Andaman.

Selain menyurati Presiden, rapat memutuskan Pemerintah Aceh mengundang Mubadala Energy dan SKK Migas. “Kita perlu tahu skema detail mereka,” kata akademisi USK Prof. Dr. Izarul Machdar.

Pos terkait