BANDA ACEH – Seorang warga meninggal dunia diduga tersengat listrik dari kabel telanjang di tiang baliho depan Terminal Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu 14 Juni 2026. Insiden ini memicu desakan keras dari DPRK Banda Aceh agar PLN mengaudit seluruh jaringan listrik berbahaya di ruang publik.
Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad menyampaikan duka cita mendalam. Ia menilai keselamatan warga harus jadi prioritas utama dan PLN wajib bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
“Kami berduka atas musibah ini. Jika benar ada kabel telanjang yang tak sesuai standar, itu kelalaian serius. PLN harus buka-bukaan ke publik, apa penyebabnya dan siapa yang lalai,” tegas Tuanku Muhammad, Senin 15 Juni 2026.
Menurutnya, kabel listrik yang bersentuhan langsung dengan tiang baliho, reklame, atau fasilitas umum sangat rawan memakan korban. Jangan sampai ada lagi warga yang jadi tumbal kelalaian teknis.
Ia mendesak PLN bersama instansi terkait segera turun melakukan investigasi menyeluruh. Hasilnya harus diumumkan transparan, bukan sekadar pernyataan normatif.
Audit Total Jaringan Publik
Tuanku Muhammad juga meminta audit menyeluruh untuk semua jaringan listrik di area publik Banda Aceh. Titik rawan meliputi baliho, papan reklame, pasar, sekolah, dan lokasi ramai warga lainnya.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Mana jaringan yang berpotensi berbahaya, langsung perbaiki dan amankan sekarang juga. Ini momentum evaluasi bersama,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III yang membidangi infrastruktur dan pelayanan publik, ia berjanji akan mendorong koordinasi lintas pihak untuk memastikan perbaikan konkret. Komisi III akan memanggil PLN dan Satpol PP jika langkah pengamanan tak segera dilakukan.






