BANDA ACEH – BKKBN Aceh dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh sepakat memperkuat integrasi data calon pengantin untuk mencegah stunting sejak sebelum menikah. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan pembahasan pembaruan Nota Kesepahaman di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan fokus pada penguatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil atau ELSIMIL, serta kolaborasi edukasi calon pengantin. Tujuannya agar data antara BKKBN dan Kemenag selaras dan dikelola dalam satu pintu koordinasi di kabupaten/kota.
“Penguatan ELSIMIL penting agar data calon pengantin tetap terintegrasi. Kami harap pengelolaan data di daerah bisa lebih efektif melalui satu pintu,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, S.K.M., M.Kes.
Safrina menegaskan pembaruan MoU perlu segera dilakukan agar program berjalan terintegrasi dan berkelanjutan. Ia menilai data yang selaras akan mempermudah intervensi kesehatan reproduksi dan kesiapan berkeluarga.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., menyatakan dukungannya. Ia menyebut pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di Aceh tahun 2026 berjalan baik dengan capaian sekitar 96 persen.
Kedua instansi juga membahas penguatan edukasi calon pengantin melalui bimbingan perkawinan dan penyuluhan bersama. Materinya mencakup kesehatan reproduksi, kesiapan berkeluarga, dan pencegahan stunting sejak pra-nikah.
Audiensi dipimpin Safrina Salim dan disambut Azhari bersama jajaran. Kerja sama ini bagian dari koordinasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Aceh.






