Delky menegaskan, jika Pj Gubernur memang serius untuk memajukan perekonomian Aceh, maka salah satu hal yang perlu direformasi adalah organ yang berkaitan dengan pembiayaan yakni perbankannya. “Jika kebijakan berani tersebut tidak dilakukan, maka pertumbuhan dunia usaha dan produktivitas pengelolaan sektor ekonomi riil akan sulit ditingkatkan. Jangan sampai BAS yang seharusnya jadi kebanggaan rakyat Aceh justru hanya jadi alat untuk menjerat PNS dengan kredit konsuftifnya dan mensupport kontraktor besar yang dekat kekuasaan dengan pembiayaannya. Intinya rakyat dan pengusaha kecil akan terus menerus kesulitan dalam hal pembiayaan dan endingnya pertumbuhan ekonomi Aceh hanya bergantung pada perputaran APBA. Sehingga ketika otsus Aceh berakhir, ekonomi Aceh masih sulit bangkit alhasil stabilitas dan konflik akan menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Untuk itu BAS juga memiliki tanggung jawab untuk mendongkrak dan menjaga stabilitas ekonomi Aceh melalui pembiayaannya, jika tidak ya hapus saja suntikan modal dari APBA dan APBK atau pemerintah daerah sah-sah saja menarik modal sahamnya dan ditempatkan ke perbankan yang lebih berguna untuk membantu pemerintah mendorong perekonomian rakyatnya,” tegas Delky.
Pos terkait
“Jangan Biarkan Satu Pil Hancurkan Cita-Cita”, Pesan Tuanku Muhammad di HANI 2026
BEM-TR: 17 Rekomendasi BPK Belum Tuntas, Uji Komitmen Wali Kota Rasyid Bancin
Roadshow ke Abdya, Ketua PSI Aceh Perkuat Soliditas dan Komitmen Kader
Kejari Aceh Selatan Eksekusi Cambuk 13 Terpidana Pelanggar Qanun Jinayat
Transformasi IT BSI Tuntas, Siap Pacu Bisnis Digital dan Layanan
Sampaikan Belasungkawa, Mualem Ingat Bantuan Venezuela Pasca-Tsunami Aceh 2004






