Diduga Peras Pemilik Toko Emas, 3 Penyidik Polda Aceh Digarap Propam

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy/ Dok Istimewa

APJN.NET – BANDA ACEH – Tiga penyidik Polda Aceh dicopot dari jabatannya dan diproses Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) karena diduga memeras pemilik toko emas yang sedang berperkara.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy membenarkan tiga oknum polisi tersebut dicopot dari jabatannya sebagai penyidik untuk memperlancar proses pemeriksaan itu.

“Tiga orang [penyidik] yang diindikasikan, sudah dilepastugaskan sebagai penyidik untuk proses pemeriksaan. Jadi, pendalaman dilakukan oleh Propam,” kata Winardy, Jumat (29/10).

“Indikasi ada, tapi belum bisa kita tentukan bahwa yang bersangkutan memang terbukti atau tidak. Sementara ini kita masih menunggu proses propam,” sebut Winardy.

Sebelumnya penyidik Polda Aceh disebut memeras pengusaha toko emas yang bermasalah saat melakukan penyidikan dalam kasus perdagangan emas murni yang tidak sesuai kadarnya. Dugaan pemerasan itu muncul dari kuasa hukum pengusaha tersebut, Razman Arif.

Menurut dia, dalam proses penyidikan oknum polisi Polda Aceh meminta uang Rp200 juta pada kliennya. Permintaan yang sama juga diduga dilakukan pada tiga toko emas yang bermasalah dalam kasus itu.

“Ada penarikan uang Rp200 juta rupiah oleh oknum berinisial AKP WAR di Ruang Kasubdit di Polda Aceh. Saya ingin selalu bagaimana penegakan hukum yang benar dan saya datang jauh-jauh dari Jakarta untuk mengungkap ini,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/10).

Upaya pemerasan tersebut, kata Razman, sudah dilaporkan ke Irwaspada Polda Aceh. Laporan yang sama juga dilakukan kepada pihak kejaksaan terkait penyimpangan yang dilakukan oleh oknum jaksa.

Pos terkait