JAKARTA – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto sepakat menyampaikan revisi Plane of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman, Blok Andaman.
“SKK Migas bersedia mengakomodir revisi PoD yang akan kita sampaikan,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Dr Nurlis Effendi di Jakarta, Kamis 11/6.
Mualem, kata Nurlis, tidak menolak proyek Lapangan Gas Tengkulo dan investor Mubadala Energy. Namun sejumlah poin di PoD perlu diperbaiki agar tidak merugikan Aceh.
Pertemuan berlangsung di Kantor SKK Migas Jakarta, Rabu malam 10/6. Mualem didampingi Sekda M. Nasir Syamaun, Stafsus Gubernur Teuku Irsyadi, Tenaga Ahli Sekda Bidang Migas Akhyar ST, MT, dan Jubir Nurlis.
Minta Pengolahan di Darat, Bukan FPSO
Sesuai PoD Maret 2026 dari Kementerian ESDM dan SKK Migas, gas dan kondensat diproses di FPSO di lepas pantai South Andaman, lalu disalurkan ke ORF di KEK Arun, Lhokseumawe, via pipa laut.
Mubadala Energy tengah siapkan tender FPSO raksasa untuk percepat komersialisasi fast-track gas South Andaman.
Mualem mengusulkan skema berbeda: gas dan kondensat langsung disalurkan ke darat melalui onshore pipeline untuk diolah di KEK Arun. “Gas dan kondensat diproses di Onshore Processing Facility dengan memanfaatkan fasilitas KEK Arun,” kata Nurlis.
Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja Aceh
Tujuan Mualem agar Blok Andaman menguntungkan semua pihak: investor, pusat, Aceh, dan masyarakat. Lebih penting lagi, pengolahan di darat diharapkan dongkrak ekonomi Aceh.






