Hari Pers Nasional ke75, Dosen Komunikasi Unida Boestamam Aly Terima Anugerah

“Siapa yang mempertahankan ini, adalah pers itu sendiri,” katanya.

Oleh kerena itu, sebut wakil rektor bidang kemahasiswaan Unida ini, pers harus bisa menjaga harkat dan martabatnya sehingga senantiasa dan dipercaya selamanya oleh masyarakat.

Karena menurutnya, kehadiran pers selalu menjadi sebuah harapan dan dambaan bagi masyarakat, kapan dan dimanapun.

Ia juga mengatakan bahwa profesionalisme yang dimiliki pers belum tentu dimiliki lembaga lembaga lainnya, dan hal ini sekuatnya harus terus dapat kita pertahankan karena ini merupakan profesi kebanggaan kita semua.

“Pers kedepan, dituntut lebih profesional dan memiliki wawasan, pengetahuan, dan pendidikan seluas luasnya,” terang Boestamam.

Menurutnya, di era sekarang ini telah banyak terjadinya pergeseran, untuk itu intelektualitas tentang pers atau jurnalistik harus bisa lebih dikedepankan dengan cara cara yang proporsional, profesional dan berkualitas.

“Pekerja pers dimasa masa yang akan datang dan seterusnya semakin banyak memiliki tantangan dan rintangan serta persaingan.

Apalagi fenomena sekarang ini kian waktu terus diselimuti oleh perkembangan digital atau cyber serta berbagai teknologi yang mampu memberikan pencerahan terhadap masyarakat.

“Untuk itu, pers dituntut semakin lebih cerdas dan memiliki sumber daya manusia yang lebih berkualitas,” pungkas, penerima Press Card Number One ( Kartu Pers Nomor Satu) ini, pada HPN tahun 2012, lalu dari PWI Pusat, di Jakarta. (Hendra)

Pos terkait