Muswil ICMI Aceh 2026 mengusung tema “Strategi Meningkatkan Kemajuan Ekonomi Aceh Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini dipilih untuk menempatkan persoalan pembangunan dan kemandirian ekonomi sebagai agenda penting kaum cendekiawan Muslim di Aceh.
Menurut Prof. Rajuddin, ICMI perlu menjadi ruang bertemunya pemikiran akademisi, profesional, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk merumuskan strategi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat.
Untuk memperkuat pembahasan, panitia telah meminta kesediaan Prof. Teuku Abdullah Sanny, Pengurus Pusat ICMI sekaligus Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai narasumber. Selain itu, Prof. Apridar, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), juga dijadwalkan mengisi seminar.
Ketua MPW ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin, menyampaikan optimisme terhadap kesiapan panitia. Ia menilai kolaborasi Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana menjadi modal penting menyukseskan Muswil.
“Saya percaya pada kepiawaian dan profesionalitas Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana. Insyaallah acara Muswil ICMI Aceh akan sukses,” ujar Taqwaddin usai pertemuan koordinasi di MZ Kopi, Banda Aceh, Sabtu (22/8/2026).
Muswil ICMI Aceh diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus forum intelektual untuk melahirkan gagasan, rekomendasi, dan agenda kerja konkret. Fokusnya pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas SDM, dan kesiapan Aceh mengambil peran lebih besar menuju Indonesia Emas 2045. []






