DPRK Banda Aceh dan Pemko Sepakat Menata Taman Sari dan Putroe Phang, Untuk Ruang Keluarga

FOTO IST.

“Kita juga sepakat mengubah aset-aset kota yang selama ini pasif menjadi ruang publik yang produktif dan hidup,”tambahnya.

Berbagai titik yang sebelumnya terbengkalai, terlantar, atau belum termanfaatkan akan diarahkan menjadi open space yang memiliki fungsi publik secara optimal. Ruang-ruang tersebut dapat menjadi lokasi kegiatan berskala besar, menarik masyarakat untuk hadir, sekaligus menggerakkan pelaku ekonomi kreatif.

“Di sana pula, kita ingin menghadirkan panggung-panggung kreatif sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan inovasi secara produktif,” ujarnya.

Irwansyah mengungkapkan, dalam pembahasan anggaran, DPRK dan Pemko memiliki kesepahaman bahwa mobilitas masyarakat tidak boleh terus terhambat oleh kondisi infrastruktur.
Karena itu, kedepan akan dilakukan peningkatan pemeliharaan dan perbaikan ruas-ruas jalan, baik jalan kota maupun jalan gampong.

Tak hanya jalan, dalam penganggaran tahun depan, kedua lembaga ini sudah menyepakati untuk memperluas dan mempercepat normalisasi drainase. Langkah itu sebagai bagian dari upaya mitigasi genangan dan pengendalian risiko banjir di titik-titik rawan.

Mereka menyadari bahwa kualitas kota tidak hanya diukur dari kelancaran kendaraan, tetapi juga dari sejauh mana kota memberikan ruang yang layak bagi pejalan kaki. Karena itu, kedepan fasilitas pedestrian yang belum ideal akan terus segera dibenahi, percantik, dan fungsikan kembali sebagaimana mestinya, sehingga Banda Aceh menjadi kota yang semakin ramah, inklusif, dan nyaman bagi pejalan kaki.

Pos terkait