Pada sore harinya, FKM BKA YWU mengisi talkshow pukul 16.00 WIB. Diskusi mengangkat pengalaman dan tantangan perempuan penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan, kemandirian, dan partisipasi sosial ekonomi. Dialog menegaskan bahwa perempuan dengan disabilitas memiliki hak dan potensi yang sama dalam pembangunan.
Dari Data hingga Aksi Nyata
Keterlibatan di Festival QRIS merupakan bagian dari kerja panjang FKM BKA YWU sebagai organisasi yang dibangun oleh dan untuk perempuan dengan disabilitas. Melalui pendekatan berbasis komunitas, penguatan kapasitas, penelitian partisipatif, dan advokasi kebijakan, FKM BKA YWU berupaya mengurangi diskriminasi dan hambatan struktural.
Kerja ini sejalan dengan SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Inklusif. Berdasarkan monitoring bersama APWLD, FKM BKA YWU menemukan perempuan dengan disabilitas masih menghadapi hambatan dalam akses pekerjaan, penghasilan, pelatihan, layanan publik, dan pengambilan keputusan.
Temuan tersebut didokumentasikan dalam _People’s Development Justice Report_. Ke depan, melalui program “Inclusive Data, Inclusive Future: Strengthening Women with Disabilities’ Voices in SDG Monitoring in Aceh” yang diajukan dalam APWLD Alumni Sub-grant 2026–2027, FKM BKA YWU akan memperkuat data terpilah, community-led monitoring, dan dialog dengan pemerintah terkait implementasi UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Qanun Aceh No. 7 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan.






