“Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan,” ujar Bayu, Minggu (16/8/2026).
Gempa juga berdampak pada fasilitas kesehatan dan infrastruktur dasar. Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, 3 di antaranya rusak berat dan 6 rusak ringan. Dari 190 puskesmas terdampak, 20 unit mengalami kerusakan berat.
Di sektor infrastruktur, tercatat 33 titik longsor, 4 titik patahan jalan, dan 4 jembatan rusak. Sejumlah jalur vital seperti ruas Ende–Bajawa dan Ende–Maumere terdampak. Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan rusak hingga Minggu dini hari.
Dalam penanganan darurat, Polri memobilisasi personel tambahan untuk operasi pencarian dan pertolongan. Didukung sekitar 1.875 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis dan distribusi bantuan melalui jalur udara dan laut.
Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.
Selain itu, Pos Pendamping Nasional (Pospenas) dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere. Sementara Posko Logistik Nasional berada di Halim Perdanakusuma untuk memperkuat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.






