BANDA ACEH – Penyalahgunaan narkoba memberi dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari rusaknya keutuhan rumah tangga hingga meningkatnya angka kriminalitas di Kota Banda Aceh.
Menyikapi hal itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., mendorong kolaborasi semua pihak dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran pemerintah gampong dalam upaya pencegahan.
Hal tersebut disampaikan Irwansyah, S.T., di sela kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Banda Aceh, Rabu (29/7/2026).
“Dampak penyalahgunaan narkoba sangat besar, mulai dari rusaknya keutuhan rumah tangga hingga meningkatnya angka kriminalitas di Banda Aceh,” ujar politisi muda PKS tersebut.
Ia menjelaskan, modus peredaran narkoba kerap dimulai dengan pemberian gratis untuk memancing rasa candu. Setelah pengguna kecanduan, mereka terpaksa membeli dan akhirnya mencari uang dengan berbagai cara.
“Akhirnya para pengguna akan berupaya mencari uang untuk membeli barang tersebut. Apa pun akan dilakukan, termasuk melakukan tindak kriminal,” ujar Irwansyah.
Ia menyayangkan banyaknya pelaku yang terungkap berasal dari kalangan anak muda yang seharusnya sedang membangun masa depan.
“Fenomena kriminalitas yang mulai marak di Kota Banda Aceh saat ini bisa jadi dipicu oleh pengguna narkoba. Rata-rata pelakunya masih berusia muda,” sebutnya.
Irwansyah juga menyoroti sejumlah aksi pencurian di Banda Aceh dengan sasaran yang memprihatinkan, mulai dari celengan masjid, meteran PDAM, hingga mesin pompa air.
Menurutnya, di balik aksi kriminalitas itu terdapat faktor narkoba dan judi online yang kian marak di kalangan anak muda.






