Ia menambahkan, pertumbuhan bisnis bullion tidak hanya memperkuat posisi BSI sebagai bank dengan ekosistem emas syariah terlengkap, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan pendapatan berbasis fee yang signifikan.
Secara total, outstanding gadai emas dan cicil emas BSI mencapai Rp30,5 triliun per Juni 2026, tumbuh 80,50%. Hingga Juli 2026, kontribusi bisnis emas mendorong FBI mencapai sekitar Rp2,10 triliun atau tumbuh 100% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
BSI optimistis prospek bisnis emas akan terus menguat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk diversifikasi investasi dan melindungi nilai kekayaan. Dengan ekosistem bullion yang semakin lengkap, BSI menargetkan bisnis emas menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama sekaligus memperkuat inklusi keuangan syariah di Indonesia. []






