Salah seorang siswa, Kahfi, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi tahu kalau mengejek teman itu termasuk bullying dan tidak boleh dilakukan. Saya juga belajar cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Semoga kakak-kak KKN bisa datang lagi ke sekolah kami,” ujarnya.
Kepala SD Negeri 1 Bandar Baru, Muhibbuddin, S.Pd.SD., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Materi Anti-Bullying sangat relevan dengan tantangan anak saat ini, termasuk ancaman cyberbullying. Edukasi Pancasiaga juga penting sebagai bekal dasar mitigasi bencana. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan sekolah adalah tempat terbaik menanamkan nilai saling menghormati dan kepedulian.
“Bullying sering dianggap candaan, padahal dampaknya besar bagi mental dan masa depan anak. Kami ingin mengajak siswa menjadi pelopor sekolah yang ramah, aman, dan bebas perundungan. Melalui Pancasiaga, kami berharap anak-anak memiliki keberanian dan kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini,” ujar Ari.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3, 4, dan 16 melalui penguatan pendidikan karakter, perlindungan anak, dan terciptanya lingkungan belajar yang aman serta inklusif.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN USK, Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat karena menanamkan pengetahuan, karakter, dan kesiapsiagaan yang menjadi bekal penting bagi anak-anak di masa depan. []






