“Pers merupakan mitra strategis Polri. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, media dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus membangun optimisme serta kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolda.
Kapolda juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi yang telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh, mengonsumsi, dan menyebarkan informasi. Di balik kemudahan yang ditawarkan era digital, kata dia, terdapat tantangan besar berupa maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hoaks, disinformasi, hingga provokasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu stabilitas kamtibmas.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya kehadiran media yang profesional, independen, dan berintegritas. Masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga akurat, berimbang, serta mampu memberikan edukasi yang mencerdaskan.
Karena itu, Kapolda mengajak seluruh insan pers di Aceh untuk terus memperkuat sinergi dan menjaga komitmen dalam menghadirkan informasi yang berkualitas. Ia berharap media dapat menjadi penyejuk di tengah masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif demi kelancaran pembangunan di Aceh.
Sementara itu, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog antara jajaran Polda Aceh dengan insan pers untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.






