SMK SMTI Banda Aceh Wisuda 232 Siswa, 84,91% Lulusan Langsung Terserap

BANDA ACEH – SMK SMTI Banda Aceh mengukuhkan 232 lulusan pada Wisuda Angkatan ke-57 Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengukuhan dilaksanakan di Gedung Nanik Convention Hall, Aceh Besar dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin RI, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, serta jajaran pimpinan industri di Aceh.

Kepala SMK SMTI Banda Aceh, Junaidi, S.Kom.,M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hingga saat ini kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT. Terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Bapak Kepala BPSDMI, dan Ibu Kepala PPPVI BPSDMI yang telah berkenan hadir,” ujarnya.

Lulus 100% dengan Sertifikasi Kompetensi

Tahun ini SMK SMTI Banda Aceh meluluskan 232 siswa dengan tingkat kelulusan 100%. Rinciannya, 73 siswa dari Kompetensi Keahlian Kimia Industri, 71 siswa dari Analisis Pengujian Laboratorium, dan 88 siswa dari Teknik Mekanik Industri.

Seluruh lulusan juga telah mengikuti Uji Kompetensi Profesi dengan berbagai skema sertifikasi. Untuk Kimia Industri meliputi skema Pengoperasian Refining, Fraksionasi, dan Esterifikasi. Jurusan Analisis Pengujian Laboratorium mengikuti skema KKNI Level 2. Sementara Teknik Mekanik Industri mengikuti skema Operator Mesin Bubut dan Mekanik Reparasi Mesin Industri.

“Sejak pertama kali meluluskan siswa tahun 1968 hingga 2026, SMK SMTI Banda Aceh telah menghasilkan 4.165 alumni yang bekerja di berbagai perusahaan industri BUMN dan BUMS di seluruh Indonesia, serta di instansi pemerintah dan swasta,” sebutnya.

84,91% Lulusan Langsung Terserap

Ia melaporkan, dari 232 lulusan, sebanyak 64 orang telah diterima bekerja, 110 orang melanjutkan pendidikan, dan 23 orang memilih berwirausaha. Dengan demikian, lulusan SMK SMTI Banda Aceh yang terserap pada saat wisuda mencapai 84,91%. Sementara 35 orang lainnya masih dalam proses rekrutmen.

Para wisudawan sebelumnya telah menyelesaikan Praktek Kerja Industri di 44 perusahaan yang tersebar di 14 kabupaten/kota di 6 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta.

Komitmen Link and Match dengan Industri

Pada kesempatan itu, Kepala SMK SMTI Banda Aceh juga menyampaikan sejumlah program yang telah direalisasikan. Penerimaan siswa baru Tahun Pelajaran 2026/2027 mencapai 332 siswa, sehingga total siswa kelas X-XII berjumlah 827 orang.

Peningkatan ini didukung kegiatan promosi ke SMP/MTs dan open house di sekolah. Selain itu, sekolah juga telah mengembangkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan LSP bekerja sama dengan BNSP.

Untuk mendukung Program Industri Hijau Kementerian Perindustrian, SMK SMTI Banda Aceh telah menerapkan standar Adiwiyata, ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan SMK3.

“Kerja sama dengan berbagai perusahaan juga terus kami tingkatkan melalui MoU dan PKS untuk penyaluran lulusan, magang guru, prakerin, kunjungan industri, serta pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda,” jelasnya.

Penandatanganan MoU dengan Industri

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU/PKS antara SMK SMTI Banda Aceh dengan mitra industri dalam Program Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (Dual System Education), yaitu:

1. CV Consist Product – Bapak T.M. Yusuf, Direktur

2. PT Rayeuk Aceh Utama – Bapak Murtala Hendra Syahputra, Direktur

3. PT Sang General Industri– Bapak Rahmatullah, Direktur

4.PT Jagoan Anti Noda – Bapak Yudhi Ridhayat, Direktur

Penandatanganan disaksikan oleh:

1. PT Solusi Bangun Andalas – Bapak Teuku Helmi, Community Relations Officer

2. PT Naraya Indo Prima – Ibu Ika Puspita Yuda, Direktur

Wali Kota: Lulusan Harus Siap Hadapi Tantangan Industri 4.0

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMK SMTI Banda Aceh atas keberhasilannya meluluskan generasi muda yang dibekali kompetensi vokasi industri, karakter unggul, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Saat ini dunia industri sedang mengalami transformasi besar melalui digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan, IoT, dan teknologi industri berkelanjutan. Kebutuhan akan SDM yang kompeten, kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan problem solving menjadi semakin penting,” kata Illiza.

Sebagai satu-satunya sekolah vokasi industri di Aceh di bawah naungan Kementerian Perindustrian, Illiza menilai SMK SMTI Banda Aceh memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Ia juga mengapresiasi program unggulan sekolah seperti Teaching Factory, sertifikasi kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. “Program-program tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, siap kuliah, maupun siap berwirausaha,” ujarnya.

Illiza berpesan kepada para lulusan agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menjaga nama baik Aceh. “Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari prestasi dan jabatan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Hormati orang tua dan guru yang telah mengantarkan kalian sampai di titik ini,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan pembacaan pantun dan doa bersama. Turut hadir para Direktur Politeknik, Kepala SMK-SMTI/SMAK se-Indonesia di bawah Kemenperin, pimpinan perusahaan industri, serta orang tua wisudawan. []

Pos terkait