“Prestasi tidak lahir secara instan. Harus dibangun melalui pembinaan atlet berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta sinergi kuat dengan pemerintah daerah, khususnya KONI Kota Banda Aceh,” kata Nyak Amir.
Ia meminta pengurus baru segera merancang program inovatif, terutama pembinaan usia dini. Berdasarkan data, klub panahan di Banda Aceh merupakan penyumbang medali terbanyak di Aceh. Karena itu, koordinasi dengan klub-klub harus diperkuat.
“Kita perlu membuat kompetisi rutin setiap tahun. Dalam waktu dekat kami juga akan audiensi dengan Dinas Pendidikan Aceh untuk merancang program archery to school dan memasukkan ekstrakurikuler panahan. Pilot project pertama akan kita lakukan di Kota Banda Aceh,” jelasnya.
Dukungan Semua Pihak
Prof. Nyak Amir mengajak seluruh pengurus menjadikan Perpani sebagai “rumah bersama” dengan mengedepankan komunikasi, integritas, dan profesionalitas. Ia juga meminta dukungan dari anggota DPRK Banda Aceh untuk kelancaran program Pengcab Perpani.
Ia mengapresiasi dukungan Ibu Wali Kota Banda Aceh, Ketua KONI, dan seluruh undangan yang hadir.

“Kepada para atlet dan pelatih, teruslah berlatih dengan disiplin, jaga sportifitas, dan jangan berhenti bermimpi membawa nama Banda Aceh ke tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya.
Di akhir acara, Prof. Nyak Amir juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan civitas akademika UTU atas amanah yang diberikan kepadanya sebagai Rektor UTU periode 2026-2030.
Perpani Banda Aceh Siap Gelar Turnamen Rutin






