“Ini penentu akhir sebelum jembatan siap digunakan. Semoga akses masyarakat makin lancar dan ekonomi warga meningkat,” ujar Serka Junaidi.
Di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, prajurit Kodam IM bersama warga juga kebut pembangunan Jembatan Aramco, Kamis (16/4/2026). Meski cuaca kurang bersahabat, pemasangan gorong-gorong sebagai struktur dasar berhasil dirampungkan. “Ini wujud nyata kepedulian TNI membuka akses transportasi,” tegas Pelda Yulianto.
Pidie & Pidie Jaya: Capaian 70 Persen
Di wilayah Kodim 0102/Pidie, pembangunan Jembatan Aramco difokuskan di dua titik. Di Desa Keune, Kecamatan Geumpang, Pidie, personel TNI dan warga merakit plat jembatan baja, Rabu (15/4/2026). Tahap ini krusial untuk mewujudkan struktur yang kokoh dan berdaya tahan tinggi.
Di Desa Panton Raya, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, progres mencapai 70 persen. Jembatan ini akan jadi penghubung strategis Desa Panton Raya dan Desa Tampui.
Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, http://S.Sos menyebut pembangunan jembatan Aramco merupakan bantuan Presiden RI sebagai bentuk kehadiran negara di daerah dengan keterbatasan akses. “Kami pacu pengerjaan agar manfaatnya cepat dirasakan. Jembatan ini akan lancarkan distribusi hasil pertanian, akses pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Warga setempat, Ahmad, mengaku sangat terbantu. “Kami tak lagi kesulitan bawa hasil kebun atau bepergian ke desa lain,” katanya.
Aceh Tenggara: Jembatan Gantung Perintis Garuda Dikebut
Di Aceh Tenggara, Babinsa Koramil 0108-03/Badar Kodim 0108/Agara bersama warga memasang mal pondasi tiang baja Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kamis (16/4/2026).






