BANDA ACEH – Banda Aceh genap berusia 821 tahun pada Rabu (22/4/2026). Peringatan hari jadi ibu kota Serambi Mekkah yang telah melampaui delapan abad ini digelar penuh sukacita dan sarat nilai budaya indatu. Seluruh pejabat daerah, unsur Forkopimda, serta anggota DPRK Banda Aceh mengenakan pakaian adat saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-821 Kota Banda Aceh di Gedung DPRK setempat.
Dalam balutan baju laka, baju kebesaran linto baro, kupiah meukeutop, hingga pernak-pernik sunting bak permaisuri, para pejabat dan anggota dewan tampil menawan dan penuh wibawa. Mereka hadir membawa harapan sebagai penerus pembangunan Kota Banda Aceh, kota para raja yang telah melewati berbagai pergolakan zaman dan kini terus tumbuh sebagai kota bermartabat. Pagi itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Mukhlis, Sekda Jalaluddin, beserta kepala SKPK dan jajaran berjalan kaki dari Balai Kota menuju Gedung DPRK.
Perjalanan diiringi tiupan serune kale dan tabuhan rapai, dengan pakaian adat bernuansa hitam, merah, dan kuning. Setiba di Gedung DPRK, rombongan disambut Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST serta Wakil Ketua Daniel Abdul Wahab S.Pd dan Dr. Musriadi Aswad S.Pd, M.Pd. Rombongan kemudian menuju ruang sidang untuk menggelar peringatan milad kota.
Sidang paripurna dipimpin langsung Ketua DPRK Irwansyah. Seluruh anggota dewan dan unsur Forkopimda yang hadir tampak mengenakan baju laka, kupiah meukeutop, dan peci hitam. Sidang diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Takdir Feriza, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh yang dinyanyikan penuh semangat.






