YARA Gelar FGD Pemahaman Dan Pembekalan Pengawalan Keistimewaan Aceh Bagi Generasi Muda

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry yang merupakan Pakar Keistimewaan Aceh Prof. Dr. H. A. Hamid Sarong, S. H.(tengah) ketika memberikan pandangannya pada FGD yang di gelar YARA, Kamis (7/10/2021) di Cafe Rumoh Aceh Hutan Kota, Tibang Banda Aceh.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Aceh tersebut mengatakan, keistimewaan Aceh jangan sekedar menjadi labelling saja, sehingga tidak terpikirkan bagaimana menghilangkan kemiskinan Aceh, dan bagaimana caranya agar kualitas pendidikan membaik.

Tambahnya, esensi keistimewaan itu adalah wujud kesejahteraan dan keberhasilan di berbagai bidang keistimewaan, yang kewenangannya itu diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Aceh.

Guru Besar UIN Ar-Raniry menyentil kondisi Aceh hari ni, menurut dia, Aceh hebat, Aceh Carong, Aceh Teuga dan berbagai visi misi hanya menjadi jargon namun tidak terpelihara dengan baik.

“Pemeliharaan terhadap istilah visi misi aceh hebat, aceh carong, aceh tega dan lain-lain itu tidak ada, itu kondisi hari ini. ” ucap Hamid Sarong atau pria yang akrab disapa Ayah Hamid ini.

“Realisasi keistimewaan di bidang adat, agama, pendidikan dan peran ulama masih terus dipertanyakan,” tutupnya.[]

 

Pos terkait