ACEH BESAR – Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Stop Bullying dan Kekerasan di Sekolah” di SMAN 1 Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (27/9/2026).
Kegiatan ini merupakan penutup rangkaian PKM FH USK dalam rangka Milad USK ke-65 yang digelar sejak 21 September 2026 di beberapa kecamatan di Aceh Besar.
Ketua Tim PKM FH USK, Saifuddin Bantasyam, S.H., MA, mengatakan edukasi perundungan sangat penting agar siswa mampu mengenali perilaku bullying baik di dunia nyata maupun dunia maya.
“Para siswa yang tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi perundungan cenderung lebih siap menghadapinya,” ujar Saifuddin.
Menurutnya, semua pihak mulai dari orang tua, guru, siswa, hingga masyarakat harus melihat perundungan sebagai masalah serius. Dampaknya tidak hanya jangka pendek, tetapi juga jangka panjang terhadap mental dan emosional siswa.
“Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari ejekan, ancaman, pengucilan, hingga kekerasan fisik. Di lingkungan belajar yang seharusnya aman, bullying justru bisa merusak rasa percaya diri dan motivasi siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, penting bagi guru mengenali tanda-tanda perundungan, seperti perubahan perilaku mendadak, enggan ke sekolah, penurunan prestasi, atau keluhan fisik tanpa sebab jelas.
Kepala SMAN 1 Lhoknga, Zikriah, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut.
“Temanya sangat tepat untuk kondisi kekinian. Kami berharap kehadiran tim FH USK tidak hanya dalam rangka PKM, tetapi juga berlanjut dalam sesi lain sehingga menjadi warisan bagi SMAN 1 Lhoknga dalam mencegah bullying di masa depan,” kata Zikriah.






