Wali Kota Lhokseumawe Dorong Kerja Nyata Lewat Gerakan GENTING untuk Tekan Stunting

Dok/Foto Humas.

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar membuka Rapat Koordinasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting GENTING di Aula Setdako, Selasa (20/5/2026). Kegiatan ini memperkuat komitmen lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Sayuti menegaskan, pencegahan stunting harus diwujudkan dengan aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

“Pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan dengan kerja nyata. Kolaborasi dan kepedulian bersama jadi kunci agar upaya yang dilakukan benar-benar berdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak bisa berjalan parsial. Diperlukan sinergi kuat antar pemangku kepentingan agar anak-anak mendapat hak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Data menunjukkan tren positif penurunan stunting di Lhokseumawe. Angka prevalensi turun dari 28,1% pada 2022 menjadi 20,7% pada 2023, lalu kembali turun ke 17,4%.

“Capaian ini harus jadi motivasi untuk memperkuat kolaborasi. Fokus kita bukan hanya menurunkan angka, tapi memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Sayuti.

Berbagai upaya telah dijalankan Pemko Lhokseumawe bersama mitra, mulai dari penguatan intervensi spesifik dan sensitif, program GENTING, pemberian makanan tambahan PMT lokal bagi balita dan ibu hamil berisiko, penguatan layanan Posyandu dan imunisasi, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting.

Di 2026, Lhokseumawe juga mendapat bantuan 50 unit rumah layak huni dari Islamic Relief dan Baitul Mal. Tambahan 20 unit tahap 2 sedang dikerjakan. Sekitar 20 unit sudah ditempati keluarga berisiko stunting kategori desil 1 dan 2. Hunian layak dinilai penting untuk memutus rantai stunting baru.

Pos terkait