“Karena itu, PWI Aceh membuka pintu selebar-lebarnya menerima silaturahmi kawan-kawan NasDem untuk mendiskusikan persoalan yang mereka hadapi dengan Tempo,” kata Nasir.
Isi Petisi NasDem Aceh
Dalam petisi yang diserahkan ke Ketua PWI Aceh, NasDem mencatat tiga hal dari laporan utama Majalah Tempo edisi 13–16 April 2026:
1. Pelecehan Sistematis: Tempo dinilai melakukan pelecehan sistematis dengan maksud merendahkan martabat pimpinan dan institusi Partai NasDem.
2. Framing Komersial: Judul sampul “PT NasDem Indonesia Raya TBK” dinilai sengaja mem-framing NasDem sebagai lembaga komersial, bertentangan dengan kaidah partai.
3. Jurnalisme Insinuatif: Isi laporan utama dinilai membentuk opini bahwa NasDem telah dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis. “Ini jurnalisme insinuatif, tidak bertanggung jawab, dan jauh dari etika jurnalisme,” tulis NasDem.
Atas dasar itu, kader NasDem se-Aceh mengutuk keras Majalah Tempo dan menuntut dua hal:
1. Majalah Tempo wajib meminta maaf secara tertulis kepada pimpinan dan Partai NasDem.
2. Tempo diminta berkomitmen tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.
“Tuntutan ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab demi tercapainya kehidupan pers yang menjunjung tinggi etika dan profesionalitas,” demikian penutup petisi. []






