Tahap awal difokuskan pada pembongkaran jembatan lama yang dinilai berisiko, dilanjutkan perakitan rangka struktur Jembatan Aramco. Warga setempat terlibat aktif membantu pembongkaran hingga pekerjaan teknis di lapangan.
Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Andrino D.N. Lubis, menjelaskan pembangunan dilakukan bertahap, terencana, dan terukur. “Keberadaannya nanti mampu memperlancar akses, membuka keterisolasian wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Jembatan Aramco diharapkan menjadi solusi jangka panjang konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta mendukung pemerataan pembangunan desa.
Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sungai Tamiang Hampir Rampung
Sementara itu, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sungai Tamiang, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, dilaporkan hampir selesai pada Sabtu (4/4/2026). Jembatan ini menghubungkan Desa Sekerak Kiri dengan Desa Bandar Mahligai yang selama ini terpisah sungai.
Progres saat ini fokus pada penyempurnaan konstruksi, penguatan struktur, serta penataan akses jalan masuk dan keluar jembatan. Personel Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama Brigif 25/Siwah mengerjakan dengan standar keamanan dan kualitas agar tahan lama.
“Jembatan ini bentuk kepedulian TNI membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Kami harap segera dimanfaatkan untuk mobilitas ekonomi, pendidikan, dan sosial,” kata Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya.
Warga setempat, Mahdi, menyampaikan apresiasi. “Selama ini kalau mau ke seberang harus memutar jauh dan berbahaya saat hujan. Dengan jembatan ini aktivitas jadi mudah dan aman,” ujarnya.






