BANDA ACEH– Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menunjukkan komitmen dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Aceh melalui pembangunan sejumlah jembatan perintis di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Selatan. Pembangunan ini menjadi solusi atas keterisolasian wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Jembatan Perintis Hubungkan Desa Sekrak Kiri–Sekrak Kanan, Aceh Tamiang
Jumat (3/4/2026), Kodim 0117/Aceh Tamiang bersinergi dengan Brigif 25/Siwah membangun Jembatan Perintis yang menghubungkan Desa Sekrak Kiri dengan Desa Sekrak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, http://S.Sos., M.M., mengatakan jembatan ini menjawab kendala geografis berupa aliran sungai yang deras saat musim hujan. “Selama ini distribusi hasil pertanian terhambat, akses kesehatan dan pendidikan terbatas. Dengan jembatan ini, aktivitas masyarakat akan lebih lancar, aman, dan efisien,” ujarnya.
Pembangunan dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI dan warga, mengedepankan standar keamanan dan kualitas konstruksi. Perwakilan Brigif 25/Siwah menegaskan, pengerjaan dilakukan teliti agar jembatan dapat dimanfaatkan jangka panjang.
Warga Desa Sekrak Kiri, Adnan, mengaku bersyukur. “Selama ini kami kesulitan menyeberang, apalagi musim hujan. Sekarang lebih aman. Semoga ekonomi desa juga ikut meningkat,” tuturnya.
Tiga Titik Jembatan Aramco Dibangun di Aceh Selatan
Di Kabupaten Aceh Selatan, pembangunan tiga titik Jembatan Aramco resmi memasuki tahap pengerjaan, Jumat (3/4/2026). Lokasi prioritas berada di dua titik Desa Raket, Kecamatan Trumon, dan satu titik di Desa Pasi Rasian.






